53. AL WAKIL (Dzat Yang Maha Mewakili Atau Memelihara) Dipadang mahsyar nanti semua manusia akan merasa ketakutan dan mengalami kesukaran-kesukaran serta kepayahan-kepayahan termasuk para Nabi dan Rasul sekalipun. Karena bumi diratakan oleh Allah Ta'ala dan matahari didekatkan kurang lebih satu mil dan semua manusia dalam keadaan telanjang bulat. Akan tetapi bagi orang-orang yang beriman dan melakukan amal-amal sholeh, maka Allah Ta'ala akan melindunginya atau memeliharanya dari kesulitan-kesulitan dan kesukaran-kesukaran dipadang mahsyar. Allah Ta'ala akan memberikan pakaian disaat semua orang dalam keadaan telanjang, kepada orang-orang yang mau memberi pakaian kepada orang lain didunia. Allah Ta'ala akan memberikan minum disaat semua orang dalam keadaan haus, kepada orang-orang yang suka memberi minum kepada orang lain didunia. Allah Ta'ala akan memberikan makan disaat semua orang dalam keadaan lapar, kepada orang-orang yang suka memberi makan kepada orang lain didunia. Allah Ta'ala akan memberikan naungan disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, kepada orang-orang yang selalu menaungi orang lain didunia. Allah Ta'ala akan melepaskan kesukaran-kesukaran disaat semua orang merasa kesukaran, kepada orang-orang yang suka melepaskan kesukaran orang lain didunia. Allah Ta'ala akan berbuat baik kepada orang-orang yang suka berbuat baik kepada orang lain didunia. Jadi amal sholeh apapun yang kita lakukan selama didunia dengan niat dan syareat yang benar, maka dipadang mahsyar nanti akan dibalas oleh Allah Ta'ala. Begitupun juga sebaliknya apabila kita sering melakukan kejahatan-kejahatan, maka akan dibalas dengan keburukan oleh Allah Ta'ala dipadang mahsyar kelak. Oleh sebab itu Rasulullah SAW adalah Rahmatan Lil ‘Alamiin. Dimanapun beliau berada selalu membawa rahmat bagi orang-orang yang ada disekelilingnya. Bahkan beliau bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain”. Sebetulnya kebaikan (amal sholeh) apapun yang kita lakukan didunia ini pada hakikatnya adalah untuk kebaikan diri kita sendiri diakhirat kelak. Akan tetapi kenapa kita tidak mau? Makanya Allah Ta'ala berfirman bahwasannya orang yang kikir itu adalah kikir untuk dirinya sendiri. Jika kita lihat secara hukum dunia, apabila kita melakukan kebaikan adalah untuk orang lain. Akan tetapi jika kita lihat secara hukum akhirat, maka kebaikan apapun yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang menghendaki kehidupan duniawi, maka dia sangat berat untuk melakukan kebaikan. Karena yang dia fikirkan adalah bagaimana bisa memanfaatkan orang lain, sehingga dirinya memperoleh keuntungan. Akan tetapi bagi orang-orang yang menghendaki kehidupan akhirat, dia sangat senang untuk melakukan kebaikan. Dengan kata lain dia sangat senang andaikata dirinya bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena dia mengharapkan kebahagiaan dan keselamatan dihari akhir kelak. Sedangkan kepada siapa saja kita harus berbuat baik? Jika kita berzakat dan berinfaq, maka orang yang kita beri syaratnya harus beriman. Karena apabila kita berzakat kepada orang yang tidak beriman, walaupun dia memang faqir atau miskin, maka kewajiban zakat kita tidak gugur. Akan tetapi jika sedekah dan hibah atau kebaikan yang lain, maka boleh diberikan kepada siapapun yang membutuhkan, walaupun kepada makhluq yang lain sekalipun. Seperi hewan dan tumbuh-tumbuhan. Kecuali kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan yang sifatnya untuk kefasikan atau kemaksiatan, jangan sekali-kali kita membantunya. Seperti membantu orang untuk berjudi, meminum minuman keras dan lain sebagainya. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak amal-amal sholeh yang kita lakukan yang akan melindungi kita dari kedahsyatan dipadang mahsyar? Dan seberapa banyak kedzoliman yang kita lakukan yang akan menyengsarakan kita kelak dipadang mahsyar? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hambaMu yang mendapat kemudahan dipadang mahsyar kelak. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa Allah Ta'ala akan melindungi Dia dan beramal sholeh kelak dipadang mahsyar, dimana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia sangat menginginkan agar dirinya bisa selamat dipadang mahsyar kelak, sehingga dia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengupayakan kebaikan-kebaikan sebanyak-banyaknya dengan niat dan syareat yang benar. Yaitu berniat karena Allah Ta'ala dan dilakukan dengan syareat yang telah diajarkan oleh Allah Ta'ala dan RasulNya. Dan sebetulnya yang paling penting dan yang harus kita utamakan adalah mengupayakan keimanan dengan sungguh-sungguh. Karena tanpa keimanan amal sebanyak apapun tidak akan diterima oleh Allah Ta'ala. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, bantulah kami agar kami dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang dengan perbuatan itu Engkau dapat memudahkan kami dipadang mahsyar nanti. F. Sikap Orang Bertawakkal Dia setelah dia mengusahakan kebaikan dengan niat dan syareat yang benar, maka dia akan menyerahkan hasilnya kepada Allah Ta'ala. Dan sedikitpun dia tidak mengharapkan untuk dibalas didunia. G. Sikap Orang Mukhlis Didalam melakukan kebaikan (amal sholah) dia betul-betul ikhlas karena Allah Ta'ala. Sedikitpun dia tidak mengharapkan balasan didunia, walaupun hanya ucapan terima kasih dari orang lain. Karena yang dia harapkan adalah keridhoan Allah Ta'ala dan keselalamatan dipadang mahsyar. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Wakil Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia selalu berkeinginan untuk melakukan amal sholeh. Karena ia mengharapkan, agar kiranya dengan amal-amal sholeh tersebut Allah Ta’ala berkehendak menaunginya dari kedahsyatan dipadang makhsyar. Dengan kata lain ia tidak peduli dengan bayaran-bayaran didunia, karena ia melakukan itu semua karena takut akan memperoleh kesengsaraan dipadang makhsyar. Kemudian terhadap sesama manusia, ia akan melindungi orang-orang yang berbuat kebaikan dan memberikan peringatan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Wakil Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk membantu manusia melaksanakan amal perbuatan yang dapat meringankan mereka pada hari berhisab dipadang mahsyar kelak. Agar manusia mengetahui bahwasannya keselamatan kelak dipadang mahsyar tergantung apa yang mereka lakukan didunia.